/* */ Politik

Daftar Caleg 2019 Dari Kalangan Artis



Pemilihan calon legislatif (Pileg) 2019 akan diramaikan oleh kalangan artis, setidaknya sampai ketika ini telah ada 54 artis yang menyatakan dirinya sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg). Partai NasDem menjadi kendaraan politik yang paling banyak dipakai oleh para artis tersebut, ada 25 artis yang nyaleg lewat partai pimpinan Surya Paloh ini. Partai terbanyak kedua yang dipakai sebagai kendaraan politik para artis yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ada 10 artis yang maju menjadi caleg via Partai Banteng tersebut.

Berikut ini yaitu daftar selengkapnya para Artis yang mencalonkan diri menjadi Caleg 2018:

* Partai Nasdem 25 Artis
Syahrul Gunawan, Nurul Qomar, Diana Sastra, Krisna Mukti, Lucky Hakim, Olla Ramlan, Farhan, Conny Dio, Della Puspita, Mandra, Tessa Kaunang , Okky Asokawati, Manohara, Adly Fayruz, Lucky Perdana, Cut Meyriska, Jonathan, Frizzi, Bertrand Antolin, Annisa Bahar, Nafa Urbach, Vicky Shu, Kristina Iswandari, dan Adly Fairuz.

* PDIP 10 Artis
Krisdayanti, Ian Kasela, Jeffry Waworuntu, Harvey Malaiholo, Lita Zein, Kirana Larasanti, Chicha Koeswoyo, Iis Sugianto, dan Angel Karamoy.

* Perindo 4 Artis
Reza Artamevia, Charly Van Houten, Angel Lelga dan Andi Arsyil Rahman.

* Partai Berkarya 4 Artis
Raslina Rasidin, Donny Kusuma,
Annisa Trihapsari, dan Sultan Djorghi.

* Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB) 7 Artis
Tommy Kurniawan, Herman gitaris Seventeen, Ivan vokalis Seventeen, Saleh Said Bajuri, Sundari Sukoco, Arzeti Bilbina, dan Zora Vidyanata.

* Partai Gerindra 1 Artis
Ahmad Dani.

* Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 1 Artis
Giring Nidji.

Demikianlah postingan kami kali ini mengenai daftar bakal caleg 2019 dari kalangan Artis yang memang tengah menjadi fenomena di beberapa pemilu terakhir ini.


Daftar Menteri Yang Daftar Jadi Caleg

 tak usang lagi akan digelar bersamaan dengan pemilihan presiden  Daftar Menteri Yang Daftar Kaprikornus Caleg

Pemilihan calon legislatif (caleg) 2019 tak usang lagi akan digelar bersamaan dengan pemilihan presiden (Pilpres) di tahun depan. Banyak para bakal calon (Balon) legislatif yang telah siap mendaftarkan dirinya untuk turut bersaing di pemilu 2019 tersebut. Yang cukup menjadi perhatian yaitu dengan turut sertanya beberapa menteri yang juga nyaleg. Siapa sajakah para menteri yang memjadi bakal caleg tersebut? Berikut ini yaitu daftarnya: 

1. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, dapil Jawa Tengah
2. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dapil Sumatera Utara
3. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Dapil Jakarta Timur DKI I
4. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dapil Depok Jabar 6
5. Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, dapil Bengkulu
6. Menpan-RB Asman Abnur,
dapil Kepulauan Riau
7. Menteri Agama Lukman
Hakim Saifuddin. 

Mungkin banyak orang yang bertanya mengapa para menteri yang telah mempunyai jabatan bergengsi tersebut turut menjadi bakal calon legislatif, pengamat politik dari Voxpol Pangi Syarwi Chaniago menilai, menteri yang kembali
mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif (Caleg)
di Pemilu 2019 merupakan opsi cari aman. Pasalnya, lanjut dia, mendaftarkan diri menjadi caleg yaitu cara pintas bila nantinya tidak terpilih menjadi wakil rakyat, masih ada kesempatan kembali menjadi menteri pada periode selanjutnya.

13 Pilkada 2018 Dengan Calon Tunggal

Pada 12 Februari 2018 yang kemudian Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang turut menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak telah melaksanakan penetapan pasangan calon (paslon) penerima Pilkada Serentak 2018. Akan tetapi tidak semua tempat penyelenggara pilkada mempunyai pasangan calon lebih dari satu paslon, berdasarkan data per 20 Februari 2018, ada 13 tempat pemilihan dengan paslon tunggal. Jumlah ini bertambah dari seminggu sebelumnya sebanyak 10 daerah.

Selain itu, masih ada satu tempat berpotensi menambah jumlah paslon tunggal yaitu Kabupaten Kapuas. Dari 171 tempat yang menggelar Pilkada Serentak 2018, sebanyak 169 diantaranya telah melaksanakan penetapan paslon. Sedangkan dua tempat belum melaksanakan penetapan, yaitu Papua dan Pinrang.

Nah, berikut ini yaitu 13 tempat dengan pasangan calon tunggal di pilkada 2018:
1. Kota Prabumulih: Ridho Yahya-Andriansyah Fikri (Diusung PKPI, PBB, PPP, PAN, Demokrat, Hanura, PKB, Nasdem, PDI-P, Golkar)
2. Kabupaten Padang Lawas Utara: Andar Amin Harahap-Hariro Harahap (Diusung PAN, PKB, Demokrat, PKPI, PBB, PPP, Hanura, PDI-P, Nasdem, Gerindra, Golkar)
3. Kabupaten Tapin: Muhammad Arifin Arpan-Syafrudin Noor (Diusung PAN, PKS, PPP, Gerindra, Demokrat, PDI-P, PKB, Golkar)
4. Kabupaten Mamasa: Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda (Diusung PBB, PAN, PPP, PKPI, PKS, Nasdem, Golkar, PDI-P, PKB, Demokrat)
5. Kabupaten Tangerang: Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli (Diusung Gerindra, PKPI, PBB, Hanura, PPP, PAN, Golkar, PDI-P, PKS, PKB, Nasdem, Demokrat)
6. Kota Tangerang: Arief Wismansyah-Sachrudin (Diusung PDI-P, Nasdem, PKB, Hanura, PAN, PPP, PKS, Gerindra, Demokrat, Golkar)
7. Kabupaten Jayawijaya: Jhon Richard Banua-Marthin Yogobi (Diusung PBB, PKS, PAN, Hanura, PDI-P, PKB, Golkar, Demokrat, Nasdem, PKPI)
8. Kabupaten Pasuruan: Mohammad Irsyad Yusuf-Mujib Imron (Diusung Hanura, Demokrat, PPP, PKS, PDI-P, Nasdem, Gerindra, PKB, Golkar)
9. Kabupaten Minahasa Tenggara: James Sumendap-Jesaja Jocke Oscar Legi (Diusung Demokrat, Hanura, PAN, PPP, Golkar, Gerindra, PKPI, PDI-P)
10. Kabupaten Enrekang: Muslimin Bando-Asman (Diusung Hanura, PDI-P, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PAN, Golkar)
11. Kabupaten Lebak: Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi (Diusung PDI-P, Gerindra, PKS, PKB, Hanura, Nasdem, Golkar, PAN, PPP, dan Demokrat)
12. Kabupaten Deli Serdang: Ashari Tambunan-Ali Yusuf Siregar (Diusung Golkar, PDIP, PAN, PKS, PKB, PKPI, Hanura, Demokrat, PPP, Gerindra dan NasDem)
13. Kabupaten Mamberamo Tengah: Ricky Ham Pagawak-Yonas Kenelak (Diusung Demokrat, PKS, PDIP, Gerindra, PAN, dan PBB).

Seperti kita ketahui, dalam sistem demokrasi kini ini, meskipun di beberapa tempat hanya terdapat satu pasangan calon atau calon tunggal, namun pelaksanaan pilkada tetap harus dilangsungkan. Mekanismenya yaitu Pasangan calon tunggal tersebut akan dilawankan dengan kotak kosong.


Nomor Urut Partai Penerima Pemilu 2019



Pada hari Minggu, 18 Februari 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melaksanakan pengundian nomor urut bagi 14 Partai akseptor pemilu tahun 2019 mendatang, dalam pengundian yang dilaksanakan di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta banyak hal yang cukup menarik untuk di simak. Salah satunya ketika Partai Gerindra mendapat nomor urut 2 kemudian Pak Prabowo sebagai ketua umumnya memgatakan "salam dua jari" kata-kata yang menjadi slogan pak joko widodo dalam pemilu 2014 yang merupakam rival pak prabowo dalam politik.


Kemudian ada Partai Demokrat yang berharap mendapat nomor urut 9 ternyata justru mendapat nomor urut 14, menyerupai kita ketahui nomor 9 yaitu nomor favorit partai Demokrat dan SBY mengingat partai ini berdiri pada 9 September 2001. Sementara nomor urut 1 didapat oleh Partai   Bangsa (PKB), Nomor urut 3 PDIP, dan nomor urut 4 didapat oleh Partai Golkar. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhasil mendapat nomor urut 8.

Berikut yaitu hasil pengundian selengkapnya nomor urut parpol akseptor pemilu 2019:


1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

4. Partai Golongan Karya (Golkar)

5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

6. Partai Garuda

7. Partai Berkarya

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo)

10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

12. Partai Amanat Nasional (PAN)

13. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

14. Partai Demokrat (PD).


Ada empat partai politik gres yang turut bersaing dalam pemilihan umum legislatif 2019, keempat partai politik tersebut yaitu Partai Garuda dengan nomor urut 6, Partai Berkarya dengan nomor urut 7, Partai Perindo dengan nomor urut 9 dan PSI dengan nomor urut 11.

Daftar Politisi Paling Vokal Di Indonesia

Beberapa waktu yang kemudian atau pada tahun  Daftar Politisi Paling Vokal di Indonesia

Beberapa waktu yang kemudian atau pada tahun 2017 yang kemudian forum survey Indikator telah merilis hasil survey perihal daftar politisi paling vokal di Indonesia, dari hasil survey tersebut menempatkan nama wakil ketua dewan perwakilan rakyat Fahri Hamzah di peringkat pertama sebagai politisi paling vokal, sehabis Fahri Hamzah kemudian menyusul di urutan kedua ada nama Fadli Zon yang merupakan politisi dari Partai Gerindra. Memang harus diakui, kedua politisi ini termasuk orang-orang yang sangat kritis, terutama terhadap kinerja pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Selain kedua nama tersebut, tentu saja masih ada nama-nama terkenal lainnya yang masuk ke dalam daftar 10 besar politisi tervokal di Indonesia. Bahkan nama Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga masuk dalam daftar. Parameter vokalnya politisi ini dinilai dari banyaknya pernyataan politisi tersebut yang dikutip oleh media, dan Fahri Hamzah berada di peringkat pertama dengan jumlah pernyataanya yang dikutip oleh media sebanyak 70.018. 

Berikut ialah 5 Politisi paling vokal di Indonesia pertahun 2017: 

1. Fahri Hamzah 
70.018 Pernyataanya dikutip media. 

2. Fadli Zon 
68.101 Pernyataanya dikutip media. 

3. Zulkifli Hasan 
60.051 Pernyataanya dikutip media. 

4. Setya Novanto 
54.942 Pernyataannya dikutip media. 

5. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
32.971 Pernyataanya dikutip media. 

Nama Fahri Hamzah memang paling banyak diberitakan dan disorot oleh media, selain di media massa, nama Fahri juga sangat kuat di media sosial, terutama di Twitter dan Facebook. Bahkan di twitter, Fahri Hamzah termasuk politisi yang sangat rajin mentwit, bahkan tak jarang ia kerap terlibat twit war dengan lawan diskusinya. Selain nama-nama di atas yang telah disebutkan, ada juga nama-nama terkenal lainnya yang masuk dalam top 10, yakni Hasto Politisi PDIP, kemudian Muhaimin Iskandar Politisi PKB dan Idrus Marham politisi Partai Golkar yang sekarang telah menjadi Menteri Sosial.


Hasil Polling-Polling Pilkada Dki 2017

Setelah ada tiga pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta yang terdaftar untuk ikut Pilkada DKI Hasil Polling-Polling Pilkada DKI 2017

Setelah ada tiga pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta yang terdaftar untuk ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 yaitu Ahok-Jarot, Anies-Sandi dan Agus-Silvy, di ranah media umum twitter banyak akun yang mengadakan polling wacana pasangan manakah yang berpotensi besar memenangkan pilkada DKI 2017 mendatang. Beberapa akun tersebut di antaranya ialah akun Radio Elshinta, MetroTV, ILC TV One, dan Golkar, hasilnya cukup mengejutkan, sebab semua polling tersebut hasilnya mengatakan pasangan Agus-Sylvi unggul dari kedua pasangan calon lainnya.

Hasil Polling yang dilakukan oleh akun twitter Radio Elshinta mengatakan kemenangan Agus-Sylviana sebesar 52%, sementara Ahok-Jarot mendapat 28% dan Anies-sandi 20%. Lalu hasil polling yang dilakukan oleh akun ILC TV One juga mengatakan keunggulan pasangan Agus-Sylvi sebesar 39%, sedangkan Ahok-Jarot 37% dan Anies-sandi 24%.

Yang menarik ialah hasil Polling yang dilakukan oleh akun MetroTV dan Golkar yang dikenal mendukung pasangan Ahok-Jarot, sebab hasilnya juga mengatakan keunggulan pasangan Agus-sylvi! Dari hasil Polling Metro TV Agus-Sylvi meraih 57% suara, sedangkan Ahok-Jarot 26% dan Anies Sandi 17%. Lalu polling akun Golkar yang kesannya dihapus, menerangkan pasangan Agus-Sylvi unggul dengan raihan bunyi sebesar 48%, Anies-Sandi 27% dan Ahok-Jarot 25%.

Polling-polling dari akun lainnya juga memenangkan Agus Sylvi, berikut ini hasil dari akun-akun lainnya yang juga melaksanakan polling :

* Akun Lembaga Survei Pemilu Indonesia (LSPI):
Agus-Sylvi 36,3%, Ahok-Jarot 21,1%, Anies-Sandi 10,4% dan belum menentukan 32,2%.

* Akun rmolco
Agus-Sylvi 66%, Anies-Sandi 20% dan Ahok-Jarot 14%.

* Akun Seputar NU
Agus-Sylvi 52%, Ahok-jarot 27% dan Anies-Sandi 21%.

* Akun Berita Satu
Agus-Sylvi 53%, Ahok-Jarot 30% dan Anies-Sandi 17%.

* Akun JKT_LIFE
Agus-Sylvie 49%, Ahok-Jarot 30% dan Anies-Sandi 21%.

Tentu saja ini ialah hasil polling yang hasilnya belum tentu sama dengan hasil pilkada DKI bergotong-royong nanti, namun hal ini dapat menjadi citra peta kekuatan ketika ini sehingga setiap calon gubernur akan mempersiapkan dirinya dalam melalui banyak sekali tahapan pilkada sampai pada hari pemilihan nanti.

Partai Politik Dengan Follower Terbanyak Di Twitter

 yang kemudian Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  Partai Politik Dengan Follower Terbanyak di Twitter

Pada pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014 yang kemudian Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil menjadi partai pengumpul bunyi terbanyak alias pemenangnya, namun di ranah media twitter PDIP hanya berada di urutan ketiga sebagai Partai Politik di Indonesia dengan Follower terbanyak. Nah lantas partai manakah yang berada di urutan pertama sebagai partai dengan Follower tetbanyak. Setelah melihat akun-akun resmi 10 partai besar tersebut pada tanggal 14 Agustus 2016, ternyata Partai Gerindra lah yang menjadi jawara sebagai partai dengan follower terbanyak dengan jumlah 231.237. Lalu di urutan kedua ditempati oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan jumlah Follower 174.934 unggul atas pemenang pemilu 2014 PDIP yang mempunyai Follower 124.740. Partai Golkar berada di posisi keempat dengan jumlah Follower 73.765 dan diikuti oleh partai NasDem yang berada di posisi kelima dengan jumlah Follower 42.650.

Berikut ini daftar selengkapnya 10 Partai Indonesia dengan follower terbanyak ;

1. Partai Gerindra
Nama Akun Twitter : @Gerindra
Jumlah Follower : 231.237

2. PKS
Nama Akun Twitter : @PKSejahtera
Jumlah Follower : 174.934

3. PDIP :
Nama Akun Twitter : @PDI_Perjuangan
Jumlah Follower : 124.740

4. Partai Golkar
Nama Akun Twitter : @Golkar5
Jumlah Follower : 73.765

5. Partai NasDem
Nama Akun Twitter : @NasDem
Jumlah Follower : 42.650

6. Partai Demokrat
Nama Akun Twitter : @PDemokrat
Jumlah Follower : 39.986

7. PKB
Nama Akun Twitter : @BeritaPKB Jumlah Follower Twitter : 17.842
8. PPP
Nama Akun Twitter : @DPP_PPP
Jumlah Follower : 12.652

9. PAN
Nama Akun Twitter : @Official_PAN
Jumlah Follower : 9.768

10. PBB
Nama Akun Twitter : @PBB2019
Jumlah Follower : 8.084

11. Partai Hanura
Nama Akun Twitter : @Hanura_Official
Jumlah Follower : 2.129.

Partai yang dipantau yaitu partai yang ikut pemilu pada tahun 2014 yang lalu, sementara partai-partai yang gres dibuat menyerupai Perindo dan PSI tidak kami masukan. Untuk PKP kami belum menemukan akun resminya.
Pergeseran posisi mungkin saja terjadi, namun jikalau melihat demam isu netizen yang lambat ketika memfollow partai-partai tersebut. maka posisi menyerupai daftar di atas akan cukup bertahan lama. Entah ketika jelang pemilu legislatif pada tahun 2019 nanti dimana nuansa politik dan fokus masyarakat akan tertuju kepada peran partai-partai yang akan turut dalam pemilu.